faktor-faktor yang mempengaruhi ibu menyusui

-Kemauan
kemauan atau keinginan merupakan hapir sepadan dengan niat. apabila dalam melakukan perbuatan pemberian ASI pada bayi tanpa ada niat atau keinginan maka prtbuatan itu tidak akan terjadi. mengapa begitu. bayi tidak bisa memaksa ibu sepenuh kekuatan. pastilah bayi tidak kuat menandingi kekuatan power tenaga ibu untuk memaksa. seperti mengikat ibu untuk disusu. selain itu dapat ditinjau dari proses kimia, hormonal, kesehatan, fisiologi dll ASI akan terpangaruh adanya kemauan yang ibu. Keinginan ibu menyusui akan mempengaruhi hormon, hormon ini akan bekerja mempengaruhi produksi ASI pada ibu. apabila hormon ini terganggu maka hormon ini, juga akan mempengaruhi organ ASI untuk tidak memproduksi ASI. kemaun mempengaruhi hormon. hormon mempengaruhi organ produksi susu. susu dari ibu adalah Air Susu Ibu.
-Nutrisi
ibu menyusui mempunyai banyak pantangan dan banyak anjuran. ASI pada ibu mempunyai pengaruh dengan nutrisi. nutrisi ini akan mempengaruhi kualitas hasil ASI. nutrisi juga akan mempebgaruhi organ pembuat ASI. sehingga nutrisi seperti pendukung alat produksi susu atau pabrik susu bayi. proses ini bisa ditinjau dari fisiologi.
-Keadaan fisik payudara ibu (susu sesudah nona)
Bentuk payudara atau susu bermacam-macam. keadaan ini dipengaruhi oleh keturunan, aktifitas, profesi, dan permak susu. payudara yang kepes atau kecil maka peroduksi susu akan terpengaruh. susu kecil bisa juga produksi isi menjadi sedikit. ibu ingin menyusui bayinya menjadi terganggu. payudara yang kecil juga bisa pabriknya ada yang kurang lengakap. patofisiologi produksi asi.
-Penyakit payudara
penyakit payudara pada ibu menyusui dapat mempengaruhi. payudara yang sedang mengalami gangguan tidak bisa dilakukan untuk memberikan asi. ada yang beralasan dapat berpengaruh terhadap penyakit yang diderita ibu menyusui. misalkan kangker payudara, dan penyakit payudara yang lain. penyakit bisa bertambah parah ataupun ada penyakit yang menular melalui asi.

-Psikis
Orang gila kadang menyusui bayinya. dan kadang ada yang enggan menyusui. maklum itu belum bisa dijelaskan. pastinya apa bila orang yang sedang mengalami gangguan dalam pikiran akan mempengaruhi hormon. apa bila kita setres banyak piriran terkadang ada yang lupa dengan tugas kita yang lain.

-Dukungan suami
dukungan suami akan mempengaruhi ibu ingin menyusui bayi. bujukan orang lain akan menjadikan kuat pada keinginan seseorang. istilahnya meningkatkan semangat ibu. berbeda dengan orang yang tidak mendapatkan dukungan. pada wanita melahirkan diluar nikah tidak dapat dukungan dari suami. pada wanita ini akan hanya mendapat dukungan dari keluarga. dukungan suami juga berkaitan dengan pengetahuan suami terhadap ibu menyusui. suami yang tidak SIAGA menjadi rendah pengetahuan tentang asi. ini perlu dilakukan penkes ASI. penkes bisa dilakukan dengan internet atau forum kesehatan.

-Dukungan keluarga
selain dukungan suami keluarga juga mempengaruhi ibu akan menyusui bayinya atau tidak. moderen ini bayak wanita mementingkan karir daripada menyusui bayi. seakan dunia hanya ingin mendapatkan uang yang banyak dengan kerja, tanpa memikirkan buah hati. padahal dengan internet bisa dapat uang sambil menyusui. peran keluarga juga akan memperkuat dukungan kepada ibu selain dari suami. sebagaimana kita apabila dapat dukungan orang lain maka akan merasa semangat dan seperti ada yang ikut menangguang beban kita. rasa semangat ini membatu produksi hormon yang berpengaruh pada produksi asi.

-Budaya
budaya bisa meliputi kebiasaan dan mitos ibu menyusui. kebiasaan pada ibu menyusui ada kaitannya juga dengan peran orang tua atau keluarga. keluarga biasanya mewarisi kebiasaan pada anaknya yang didapat dari orang tuanya, dulu diajari juga oleh orang tuanya juga. sehimgga menimbulkan cara-cara menyusui berkaitan dengan budaya. misal menyusui harus menunggu asi pertama dibuang karena kotor. padahal dari kesehatan asi pertama adalah kolostrom. cairan ini sangat bermanfaat bagi bayi untuk daya tahan tubuh bayi. kenapa sang pencipta membuat kolostrom, karena bayi sangat rentan penyakit.

0 komentar:

Poskan Komentar